Belakangan ini lagi ramai banget kabar soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Dari operasi ini, KPK berhasil menetapkan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, beserta Sekretaris Daerah (Sekda) dan satu orang direktur sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan.
Tapi, ada bumbu drama di balik penangkapan ini. Beredar kabar kencang kalau informasi operasi senyap ini diduga bocor duluan! Katanya sih, ada “orang dalam” yang memberi tahu pihak luar. Gara-gara hal ini, sang Bupati dikabarkan sempat “dijemput” pihak tertentu, dan mobil Land Cruiser yang diduga hasil suap juga sempat disembunyikan. Wah, beneran nih ada kebocoran dari internal KPK?
Direktur KPK Langsung Bereaksi
Mendengar rumor miring ini, Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, langsung angkat bicara. Ia dengan tegas membantah adanya intervensi atau kebocoran informasi dari pihak internal lembaga antirasuah tersebut.
“Itu tidak benar. Bisa saja mereka di luar menduga-duga saja,” kata Taufik. Menurutnya, isu keterlibatan orang dalam itu murni cuma spekulasi liar yang berkembang di luar proses penyidikan.
Terus, kalau tidak bocor dari dalam, kok si target bisa seolah sudah curiga? Taufik menjelaskan logikanya. Saat tim penyelidik KPK turun ke lapangan secara tertutup, kadang keberadaan mereka disadari oleh pihak-pihak di sana.
Bisa jadi karena wajah tim KPK sudah dikenali saat bertugas sebelumnya, atau pihak-pihak yang sempat dimintai klarifikasi secara diam-diam malah menceritakan hal tersebut ke orang lain. Intinya, kalaupun informasi itu tersebar, KPK menduga sumbernya dari situasi di lapangan, bukan karena ada agen ganda di dalam gedung KPK.
KPK Janji Bakal Evaluasi
Meskipun menepis isu orang dalam, KPK sadar betul kalau kejadian seperti ini perlu ditangani serius. Ke depannya, KPK berjanji akan mengevaluasi prosedur pergerakan tim saat turun ke lapangan. Mereka akan mengatur strategi agar pergerakan tim tidak terlalu mencolok, sehingga tidak mudah terbaca oleh pihak-pihak yang sedang diincar.
Fakta Menarik Lainnya: Amplop untuk Menteri Di luar kasus jual beli jabatan Sekda, ada temuan menarik lain yang terungkap. Bupati Kuansing ini ternyata sempat menitipkan sebuah “amplop putih” kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Menyadari hal tersebut, sang Menteri langsung merespons dengan membuat tanda terima pengembalian amplop dan mengembalikannya ke KPK. Saat ini, KPK masih terus mendalami aliran uang yang berkaitan dengan sang Bupati, termasuk urusan pelepasan kawasan hutan.
Sekarang, status perkaranya sudah naik ke tahap penyidikan dan para tersangka sedang menjalani proses hukum. Kita tunggu saja kelanjutan ceritanya!

