Wah, netizen lagi ramai bahas nih! Rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dijaga ketat personel TNI pada Rabu malam (8/7/2026).

Dari pantauan di lokasi, rumahnya di Jalan Radio I, Kramat Pela, tampak “dikawal” serius. Ada prajurit TNI berjaga di depan gerbang maupun di dalam area rumah. Sebagian berdiri siaga, yang lain duduk tapi tetap waspada. Mobil dinas plat militer juga kelihatan di sekitar. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kejagung maupun TNI soal alasan pengamanan ekstra ini.

Siapa Febrie Adriansyah?

Febrie Adriansyah adalah jaksa senior yang menjabat Jampidsus sejak Januari 2022. Dia dikenal getol dan berani nangani kasus korupsi kakap yang bikin negara rugi ratusan triliun rupiah — mulai Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia, BTS Kominfo, sampai kasus-kasus besar lainnya.

Kenapa Dijaga TNI?

Pengamanan ketat oleh TNI buat jaksa seperti Febrie sebenarnya bukan hal baru dan punya dasar hukum yang jelas. Ada Perpres Nomor 66 Tahun 2025 tentang Perlindungan Negara terhadap Jaksa dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan RI, plus MoU antara Jaksa Agung dan Panglima TNI.

Tujuannya memberikan perlindungan ekstra buat jaksa yang menangani perkara sensitif dan berisiko tinggi. Jadi lebih ke arah preventif dan standar buat pejabat penegak hukum di garis depan pemberantasan korupsi.

Di Hari yang Sama, Polri Geledah Beberapa Lokasi

Yang bikin makin menarik: di hari yang sama, Polri lewat Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya lagi gencar melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Jakarta Selatan, termasuk Kafe de’Clan dan Point Money Changer.

Penggeledahan ini untuk mencari alat bukti dalam dugaan korupsi dan pencucian uang terkait tiga kasus besar:

  • Dugaan korupsi pengadaan & pasokan batu bara ke PLTU periode 2018–2026 (baru naik ke tahap penyidikan 4 Juli 2026). Modusnya diduga manipulasi kualitas & kuantitas batu bara, bikin pembayaran nggak sesuai. Potensi kerugian negara mencapai Rp5 triliun! Melibatkan beberapa perusahaan pemasok.22
  • Kasus Asabri (2020–2025)
  • Dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS ke PT KNI (2020–2025)

Tim penyidik bahkan menemukan brankas di salah satu lokasi yang digeledah.

Konteks yang Pas

Meski belum ada pernyataan resmi yang menghubungkan langsung penjagaan rumah Febrie dengan penggeledahan Polri tersebut, timing-nya pas banget dengan geliat pemberantasan korupsi yang lagi panas. Kejaksaan Agung (khususnya bidang Pidsus yang dipimpin Febrie) biasanya kerja sama erat dengan Polri dalam menindaklanjuti kasus-kasus besar sampai ke persidangan.

Mungkin pengamanan ketat ini justru tanda bahwa Febrie dan timnya lagi “megang” kasus-kasus strategis yang sensitif. Korupsi di sektor energi seperti batu bara PLTU ini emang berdampak gede ke keuangan negara dan listrik rakyat.

Jadi, menurut kalian? Ini langkah pengamanan yang wajar buat jaksa pemberantas korupsi kakap, atau ada cerita lain di baliknya? Yang jelas, semoga upaya pemberantasan korupsi terus jalan lancar dan pelaku-pelakunya bisa dijerat seberat-beratnya. Negara butuh jaksa berani seperti Febrie!

Sumber : Okezone News, Kompas.com (detail kasus batu bara PLTU & penyidikan), serta regulasi Perpres 66/2025 & keterangan sebelumnya dari Kejagung soal perlindungan jaksa.


Tinggalkan komentar