Informasi terkini mengenai pencarian rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda telah diumumkan. Operasi pencarian terhadap tiga kru speedboat serta lima jurnalis di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau resmi dihentikan usai berjalan selama 10 hari.
Sebelumnya, rombongan tersebut dinyatakan hilang kontak tatkala menjalankan perjalanan guna meliput aktivitas dari Gunung Anak Krakatau. Mereka menaiki kapal Arupadhatu I dan posisinya terakhir kali terdeteksi berada di wilayah perairan Selat Sunda.
Dalam masa operasi, tim SAR gabungan sudah menyisir berbagai jalur mulai dari udara, laut, hingga kawasan pesisir. Perluasan area pencarian juga sempat dilakukan ke beberapa wilayah demi menemukan keberadaan delapan orang beserta kapal mereka. Kendati demikian, sampai operasi ditutup, belum ada tanda-tanda yang bisa memastikan keberadaan mereka.
Pernyataan mengenai penghentian operasi tersebut diungkapkan oleh Gubernur Banten mengingat pencarian dipandang sudah kurang efektif. Walau kegiatan resmi telah usai, pemantauan terus dijalankan lewat berbagai unsur seperti TNI AL, VTS, Polairud, serta sejumlah kapal yang melintas di perairan Selat Sunda. Operasi SAR berpeluang dibuka kembali apabila ada petunjuk atau informasi terbaru.
Di sisi lain, rekan-rekan serta keluarga dari para jurnalis tersebut masih terus menunggu kejelasan informasi terkait nasib mereka.
Sumber: detikSumut | Pencarian Jurnalis Hilang Liput Gunung Anak Krakatau Dihentikan | Tim 20detik | 18 September 2026 | *Gambar ilustrasi dihasilkan oleh AI

