Menjelang musim dingin, Ukraina kembali mendapati tekanan berat setelah Rusia melancarkan gempuran udara berskala besar yang menyasar infrastruktur energi pada Rabu (30/9/2026), sehingga mengakibatkan kerusakan serta pemadaman listrik darurat di berbagai daerah.
Berdasarkan laporan Reuters, aksi penyerangan ini menggunakan ratusan rudal dan drone. Pihak Ukraina menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya mampu menembak jatuh mayoritas drone tersebut, namun beberapa fasilitas energi tetap mengalami hantaman.
Akibatnya, dampak kerusakannya dirasakan di sejumlah kawasan. Pihak berwenang di Ukraina lantas menerapkan pemadaman listrik darurat usai sejumlah instalasi pembangkit dan penyaluran energi menderita kerusakan.
Keadaan ini bertambah genting mengingat Ukraina sedang bersiap menyambut musim dingin, di mana jaringan listrik serta sarana pemanas menjadi kebutuhan yang sangat krusial saat suhu udara merosot tajam.
Gempuran terhadap jaringan energi bukanlah hal yang asing dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, di mana infrastruktur kelistrikan negara tersebut kerap menjadi target sasaran semenjak dimulainya invasi secara penuh pada Februari 2022.
Di sisi lain, situasi mutakhir ini berlangsung tatkala pasar energi dunia turut mendapati tekanan lain, mencakup lonjakan harga minyak serta berbagai hambatan suplai.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perang di antara Rusia dan Ukraina tidak sekadar soal pertempuran di medan laga, melainkan sektor energi yang tetap menjadi salah satu fokus paling strategis di tengah konflik yang sudah berjalan melebihi empat tahun itu.
Sumber: Reuters | Russia launches massive attack on Ukraine’s energy system, Kyiv says | Reuters | 30 September 2026
Foto: straitstimes

