Sebuah kios keramik di Pasar Mayestik mendadak viral dan menarik perhatian banyak anak muda di wilayah Jakarta Selatan. Tempat usaha bernama Koboy Keramik yang dikelola oleh Herman Gani (62) atau kerap disapa Pak Koboy dan Mister Koboy ini menjelma menjadi tujuan berfoto yang populer. Kios dengan bangunan semi-permanen yang berada di antara deretan toko tekstil tersebut dipadati oleh tumpukan piring beraneka warna dengan berbagai corak, mulai dari motif bunga, kaligrafi, hingga nuansa Natal. Selain itu, rak-rak di sana juga dipenuhi oleh cangkir, teko, vas bunga, serta guci dengan dominasi warna biru dan putih. Pemilik kios bahkan secara khusus menyediakan area berfoto berbentuk hati bagi para pengunjung.

Salah seorang pengunjung bernama Shafa (23), mahasiswi jurusan kriya yang berasal dari Bandung, mengaku datang jauh-jauh didampingi temannya, Ega, yang berasal dari Banten. Mereka tiba sejak pagi hari untuk mengambil foto sekaligus membeli dua buah piring hias seharga Rp135.000 usai melakukan proses tawar-menawar. “Menarik sih, unik. Terus estetik juga. Kebetulan kita juga mahasiswa kriya,” ujar Shafa.

Herman Gani telah menggeluti usaha penjualan alat-alat rumah tangga pecah belah selama 36 tahun. Kisaran harga barang yang ia tawarkan bermacam-macam, mulai dari Rp20.000 untuk piring berukuran kecil hingga mencapai jutaan rupiah untuk produk keramik impor yang berasal dari Jepang, Inggris, serta Italia. Di samping itu, ia juga memproduksi sendiri hiasan gantungan kerang serta lampu hias. Berbagai kalangan yang datang ke lokasi ini tidak hanya bertujuan untuk berbelanja, melainkan turut memanfaatkan latar belakang dinding piring yang terlihat estetik untuk berfoto.

Transformasi kios konvensional tersebut kini berhasil menarik minat publik untuk menjadikannya latar belakang foto yang menarik di media sosial.

Sumber: Kompas | Jauh-jauh dari Bandung, Shafa Sengaja Datang ke Toko Koboy Keramik Mayestik yang Viral | Lidia Pratama Febrian, Tri Susanto Setiawan | 4 Oktober 2026
*ilustrasi AI


Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Kelud Times

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca