Peta persaingan teknologi kecerdasan buatan di tingkat internasional kembali kehadiran pemain baru.
Sebuah perusahaan rintisan atau startup asal Amerika Serikat, Reflection AI, meluncurkan Beam, yaitu model AI open-weight yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan pemrograman, penalaran, serta tugas berbasis agen kecerdasan buatan.
Kapasitas model ini tergolong besar dengan total 501 miliar parameter. Meskipun demikian, model yang menggunakan arsitektur Mixture-of-Experts ini hanya mengaktifkan sekitar 23 miliar parameter dalam setiap pengerjaan tugas demi efisiensi penggunaan sumber daya komputasi.
Reflection yang merupakan startup didukung oleh NVIDIA menyampaikan bahwa kinerja Beam mampu bersaing dengan model GLM-5.2 dari Z.ai serta mendekati kemampuan Qwen3.8-Max dalam hal pemrograman dan tugas agentic.
Kendati demikian, klaim hasil pengujian tersebut perlu disikapi secara bijak karena bersumber langsung dari pihak Reflection, bukan hasil dari asesmen pengujian yang bersifat independen. Perusahaan menyatakan bahwa Beam saat ini masih berada dalam fase akhir evaluasi dan red-teaming.
Proses pembuatan model ini didukung oleh infrastruktur komputasi berskala masif. Pihak Reflection menjelaskan bahwa pelatihan Beam memanfaatkan 23,8 triliun token, sedangkan tahap reinforcement learning menghasilkan lebih dari 100 juta rollout dengan dukungan sekitar 10.500 unit GPU NVIDIA GB300 selama kurun waktu empat minggu.
Kehadiran model ini menjadi sorotan mengingat perkembangan model open-weight asal China seperti DeepSeek, Kimi, dan GLM menunjukkan daya saing yang tinggi serta menawarkan kemudahan penyesuaian dengan biaya yang relatif terjangkau.
Melalui peluncuran ini, Beam berupaya menghadirkan opsi alternatif dari Amerika Serikat dalam persaingan teknologi tersebut.
Sumber: Reflection AI | Introducing Beam: Reflection’s 501B open-weight model | 5 Oktober 2026; Reuters | Nvidia-backed Reflection unveils first AI model to take on Chinese open models | Jaspreet Singh | 5 Oktober 2026

