Percepatan Revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Target Beroperasi Awal Desember

Proyek lanjutan pembangunan kembali Pasar Ngadiluwih yang berada di Kabupaten Kediri terus dikebut pengerjaannya. Berdasarkan hasil evaluasi pada minggu ke-12, tingkat kemajuan fisik proyek tersebut telah menyentuh angka kurang lebih 54 persen. Pihak Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan target agar fasilitas pasar tersebut dapat mulai berfungsi pada awal bulan Desember 2026.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri atau Disdagin yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK Pasar Ngadiluwih, yakni Tutik Purwaningsih, menyatakan bahwa perkembangan konstruksi memperlihatkan tren yang baik. Capaian tersebut dipandang masih sejalan dengan rencana jadwal pekerjaan.

“Ya, untuk progres lanjutan pekerjaan Pasar Ngadiluwih, kalau melihat kondisi minggu ke-11 ke minggu ke-12 ini, alhamdulillah deviasi progresnya positif. Untuk MOS sekitar 54 persen. Yang terpasang dari evaluasi hari ini yang dilaporkan ke kami adalah 46 persen,” ujarnya seusai monitoring dan evaluasi atau monev Pasar Ngadiluwih, Senin (12/10/2026).

Tutik menyebutkan bahwa instruksi untuk mempercepat pekerjaan selalu ditekankan kepada pihak kontraktor. Langkah ini diambil lantaran masih terdapat rangkaian proses relokasi pedagang yang perlu disiapkan secara matang sebelum pasar dibuka sepenuhnya.

Di samping ketepatan waktu penyelesaian, ia menuturkan bahwa fokus proyek juga diarahkan pada kesiapan seluruh fasilitas penunjang agar bisa langsung dimanfaatkan dengan baik.

“Karena memang kami berharap dan juga menekankan kepada kontraktor bahwa pekerjaan lanjutan Pasar Ngadiluwih ini harus bisa tepat waktu, bahkan lebih dipercepat. Mengingat kami masih harus ada tahapan pemindahan pedagang,” jelasnya.

Dalam waktu bersamaan, Disdagin Kabupaten Kediri terus mematangkan persiapan terkait pemindahan para pedagang. Sejumlah tahapan yang dijalankan meliputi proses validasi data, kegiatan sosialisasi, penentuan tata letak atau zonasi, hingga penyiapan area berjualan.

Sepanjang bulan Oktober ini, agenda sosialisasi lanjutan telah diagendakan untuk menyampaikan hasil akhir pendataan kepada para pedagang yang namanya telah masuk dalam daftar terverifikasi.

“Oktober ini kami melakukan sosialisasi kedua, finalisasi terkait dengan hasil perpal. Kemudian tanggal 14, insyaallah 14, 15 besok hari Kamis, Jumat, kami juga melakukan kegiatan sosialisasi untuk pedagang-pedagang yang sudah database-nya final,” ungkap Tutik.

Ia menerangkan bahwa tahapan verifikasi data yang berlangsung sejak September 2026 mencatat adanya kenaikan total jumlah pedagang. Bermula dari pendataan awal sekitar 450 pedagang, angka tersebut kemudian berkembang menjadi kurang lebih 470 pedagang.

Data tersebut mencakup mereka yang selama ini berdagang di tempat penampungan sementara atau TPPS, para pedagang lesehan, serta pihak yang sebelumnya berjualan di badan jalan.

Khusus untuk kelompok pedagang lesehan, tercatat ada sekitar 101 pihak yang ikut diakomodasi ke dalam pendataan. Sementara itu, bagi pedagang baru yang berminat untuk berjualan di Pasar Ngadiluwih, nama mereka akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu dengan menyesuaikan ketersediaan tempat.

Tutik menegaskan bahwa pihak peminat baru tetap mempunyai kesempatan untuk membuka usaha di pasar tersebut, asalkan mereka mematuhi seluruh mekanisme yang berlaku dan tidak langsung memperoleh tempat tanpa melalui prosedur pendataan.

“Ini sepertinya menarik potensi dengan di Ngadiluwih dan saya daftar, Bu, dengan tidak ada riwayat jualan di sini. Nah, itu masuk daftar tunggu kami yang paling akhir. Karena kami tetap harus memberikan peluang untuk pelaku usaha, apabila di sini tempatnya memungkinkan, mereka kami beri peluang. Hanya tahapannya seperti itu. Tidak bisa serta-merta masuk,” terangnya.

Pelaksanaan sosialisasi lanjutan juga bertujuan agar para pedagang dapat memahami dengan baik jadwal perpindahan tempat, pembagian zona, serta ketentuan dalam mendirikan lapak sebelum mereka menempati area yang baru.

Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan agar seluruh pedagang sudah mulai melaksanakan proses perpindahan pada bulan November 2026. Dengan demikian, Pasar Ngadiluwih diharapkan siap beroperasi secara menyeluruh pada awal bulan Desember.

“Sesuai harapan Mas Bupati bahwasanya November nanti semua pedagang harus sudah mulai proses pindah dan Desember awal harus semuanya sudah bisa dioperasionalkan,” pungkasnya. (AB)


Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Kelud Times

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca