Surabaya – Jajaran Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi di berbagai area Kota Surabaya. Sebanyak tiga orang terduga pelaku, yang bertindak sebagai eksekutor sampai penadah, diciduk di daerah Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dari ketiga orang yang ditangkap, dua di antaranya mempunyai inisial U.F. dan H. Keduanya disinyalir bertindak sebagai eksekutor yang merampas sepeda motor warga di berbagai titik di Surabaya.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, memaparkan bahwa kelompok ini melancarkan aksinya dengan cara merusak bagian kunci kendaraan.
“Pelaku merusak rumah kunci sepeda motor menggunakan kunci T dan alat pembuka magnet, kemudian membawa kabur kendaraan milik korban,” kata Hadi saat menyampaikan keterangan pers, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan investigasi awal, sindikat ini diperkirakan sudah beraksi di paling sedikit lima kecamatan di Surabaya, meliputi Gunung Anyar, Pakal, Tandes, Sukomanunggal, serta Sawahan.
Kendaraan bermotor tipe matik menjadi target utama komplotan tersebut. Merek yang menjadi sasaran pencurian mencakup Honda Vario, Honda Beat, serta Honda Scoopy.
Dalam penangkapan tersebut, aparat kepolisian turut mengamankan beberapa barang bukti yang diduga terkait dengan tindak pencurian. Barang bukti itu berupa satu set kunci T bersama mata kunci beserta alat pembuka magnet, satu buah telepon genggam, dan dua unit sepeda motor yang salah satunya adalah Honda Beat.
Pihak Polrestabes Surabaya memberikan imbauan kepada warga yang merasa kehilangan motor di daerah hukum mereka supaya segera melapor kepada kepolisian. Masyarakat diminta membawa surat-surat kepemilikan kendaraan seperti BPKB dan STNK untuk mempermudah proses identifikasi dan pencocokan dengan barang bukti yang telah diamankan.
Karena perbuatan tersebut, para tersangka dikenakan Pasal 477 KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan serta Pasal 591 KUHP tentang tindak pidana penadahan. Di sisi lain, penyidik masih terus mendalami kasus ini guna menelusuri potensi keterlibatan pihak lain ataupun jaringan pencurian kendaraan bermotor yang lebih besar. (AB)

