Penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 mendadak menjadi perbincangan publik setelah diwarnai berbagai insiden di jalur lomba.
Pada hari pertama kegiatan, Sabtu (24/10/2026), beberapa pelari tercatat gagal merampungkan perlombaan. Faktor pemicunya bermacam-macam, mulai dari keteratangan kehadiran peserta hingga ketidakmampuan mencapai batas waktu yang ditetapkan oleh panitia.
Kondisi ini semakin menarik perhatian publik usai rekaman video yang memperlihatkan sejumlah peserta nekat menerobos pagar pengaman viral di dunia maya. Kejadian tersebut berlangsung saat petugas menutup jalur di lokasi Cut-Off Point (COP) karena durasi waktu yang disediakan telah habis.
Sebagai informasi, COP merupakan pos pemeriksaan yang memiliki batas waktu tertentu sepanjang lintasan, sementara Cut-Off Time (COT) adalah batas durasi maksimal untuk menuntaskan perlombaan. Ketentuan ini diberitahukan bukan hanya demi kecepatan, melainkan menyangkut aspek keamanan peserta, pengaturan rute, serta kelancaran jalannya acara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan respon terkait polemik yang terjadi. Beliau menekankan agar para peserta senantiasa menaati ketentuan waktu yang berlaku, mengingat kategori half marathon pada JRF menggunakan standar perlombaan yang ketat. 🗣️
Kejadian ini lantas mengundang diskursus di media sosial. Sebagian pihak menyoroti tindakan peserta yang nekat menerobos barikade, sementara pelaksanaan serta aturan perlombaan itu sendiri turut menjadi topik pembahasan.
Bagaimana pandangan Anda mengenai cara panitia dan peserta menyikapi peristiwa ini?
Sumber: MetroTVNews | Banyak Pelari JRF 2026 Gagal Finis: Dari Telat Datang hingga Ricuh Saat COT | Muhamad Marup | 24 Oktober 2026 | ilustrasi AI

