Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana merekonstruksi Jembatan Cerme di Kecamatan Grogol yang selama bertahun-tahun selalu menjadi lokasi rawan banjir luapan ketika musim hujan tiba.
Jembatan yang melintasi bendungan atau DAM Cerme ini berfungsi sebagai jalur penghubung penting bagi masyarakat dari Dusun Santren Kidul menuju pusat Desa Cerme.
Banjir luapan di kawasan tersebut rutin terjadi pada musim penghujan akibat pilar tengah jembatan yang sekaligus berfungsi sebagai pintu air sering mengalami penyumbatan oleh sedimen, ranting, dan sampah yang terbawa aliran air.
Irwan Chandra Wahyu Purnama selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri mengungkapkan bahwa proyek pengerjaan Jembatan Cerme ini mendapat perhatian khusus dari Mas Dhito dan diupayakan rampung sebelum datangnya musim hujan.
“Pekerjaan pembangunan Jembatan Cerme telah kita mulai dan ditargetkan selesai pada 21 November mendatang,” katanya pada Kamis (1/10/2026).
Pembaruan jembatan ini mengusung desain yang lebih tinggi menggunakan struktur komposit, yakni kombinasi material baja dan beton. Jembatan baru tersebut memiliki lebar 4,5 meter serta panjang bentang mencapai 20 meter, lebih luas dari dimensi sebelumnya.
Selain itu, pilar tengah yang berfungsi sebagai pintu air bendungan dirancang lebih rendah guna mencegah potensi penumpukan material seperti ranting terbawa arus. Perancangan ulang ini diyakini mampu menjadi penyelesaian jangka panjang dalam menanggulangi banjir luapan.
“Dengan pembangunan Jembatan Cerme ini semoga memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang melintas utamanya saat musim penghujan,” ucap Irwan.

